Belajar bahasa arab intensif dengan fokus pada keahlian membaca dan mendengar

“Bahasa Arab adalah bahasa yang paling fasih dan paling jelas, paling luas dan paling banyak dalam penyampaian makna-maknanya, serta bisa menenangkan jiwa.
Oleh karena itu diturunkan kitab yang paling mulia (al-Quran) menggunakan bahasa yang mulia(bahasa Arab).” (Ibnu Katsir, Tafsir al-Quran al-Azhim, 2/511)
Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan al-Quran dengan bahasa Arab dan mengutus utusan-Nya, Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam’ dengan bahasa Arab. Para ulama pembela Sunnah menerangkan al-Quran dan al-Hadits juga dengan bahasa Arab.
Dengan demikian, mempelajari bahasa Arab merupakan bagian dari din (agama).
Hukum mempelajarinya wajib bagi umat Islam yang mampu dan bertanggung jawab atas tersebarnya Islam di permukaan bumi ini.
Tidak mungkin untuk memahami dinul-Islam dengan pemahaman yang benar, kecuali dengan bahasa Arab.
Santri menguasai 4 keterampilan bahasa (mendengar, membaca, berbicara dan menulis) sesuai dengan batas kurikulum yang berlaku
dengan menekankan pada kemampuan membaca dan mendengar serta dibekali dengan pengetahuan Aqidah, Manhaj dan Fiqih.
Dengan harapan santri mampu mengikuti jenjang berikutnya yaitu program takhasssus ilmu syar’i dengan baik.
Santri program KIAS bahasa Arab adalah ikhwan dan akhwat yang mampu membaca Al-Qur'an dengan lancar atau lulusan Program KIAS Tajwid Al-Qur'an.